75% Hari-Hari Saya Stress Oleh Pekerjaan

Sebelum masuk ke cerita ku, sebenarnya aku juga menanyakan ke beberapa teman bagaimana dia membagi antara stress dan happiness dalam aktivitas nya sehari – hari. dan jawabannya sama, 75% Stress oleh pekerjaan. Hal ini sebenarnya tak begitu dirasakan, namun jenuhnya berdampak bisa ke fisik. Antara lain :

  1. Ngantuk berat
  2. berat badan nambah lebar
  3. sering migrain
  4. bangun tidur tidak pernah keadaan fresh.

Gaya hidup saya sangat simple, keluar larut malam hanya saat nonton bareng sama istri kalo ada film bagus. Makan nasi saat malam uda jarang, terakhir makan sore hari. atau jika masih lapar, saya ganti dengan jus. namun olahraga yang jarang. Karena dalam 5 hari kerja, yang saya rasakan adalah kurangnya tidur, jadi hari sabtu dan minggu aku manfaatkan untuk tidur lebih lama. yang mana ujung – ujung nya pas bangun badan tetep nggak fresh juga.

Radikal Bebas

Surabaya, kota kelahiran saya. yang makin hari di jalanan sempit pun makin rame, padet dan macet, di gang kecil pun banyak orang yang punya mobil tapi tidak punya parkiran, sehingga saat aku pulang naik mobil jalur nya berasa zig zag, karena di sisi kanan dan kiri di pakai untuk parkiran mobil. Bagaimana dengan gangmu ? :D.

oke… balik tentang radikal bebas.
Sejak tahun 2015 dokter mengatakan aku mengidap Bronkitis. atau kata lainnya adalah paru – paru basah. aku bukan seorang perokok, sehingga jika ada perokok di sebelah ku, segera mungkin akan menghindar. jika di terusin, nyesek rasanya. maap, sesek nafasnya… hehe. dan juga polusi dari kendaraan bermotor, dan angin malam ini juga termasuk radikal bebas, yang akibatnya bisa sampai sinusitis. Jadi aku punya agenda tiap pagi hari, merebus air hingga panas, lalu ditaruh gelas dan gunakan selembar kertas dan digulung hingga ada sisi yang kecil dan besar di masing – masing sisi, setelah itu di sisi yang besar aku gunakan untup menutupi gelas yang sudah terdapat air panas tadi dan sisi yang kecil aku letakkan di hidungku dan aku hirup perlahan. ini saran dari dokter spesialis yang mana sebagai terapi sehari – hari yang terbilang masih sangat terjangkau untuk dilakukan. Meskipun uda berasa enakan, namun tetap rutin dijalani.

Nah, radikal bebas ini juga faktor penentu stress yang sebenarnya kita semua nggak ngerasain bagaimana bahayanya. Kadar oksigen yang bagus, akan menentukan kadar sehatnya udara yang kita hirup. Maka tak jarang, rambut rontok, penuaan dini seperti keriput dll lalu emosi yang kurang stabil ini juga faktor dari radikal bebas. Sebagian yang saya pelajari seperti ini.

Lingkungan Dunia Kerja

Ini bisa fatal kalo kita kurang bisa kontrol diri. kenapa bisa begitu ? jelas sangat fatal karena pekerjaan atau kantor tempat dimana kita bekerja adalah rumah kedua bagi kita, jika kamu adalah tipe orang yang gampang nerima dan tidak ingin mengejar karir yang tinggi, maka kamu bisa stagnan di lingkungan kerjamu sekarang sampai usia pensiun. ya kira – kira 56 – 58 tahun lah. dan jelas, itu memasuki usia yang tidak produktif.

tiap perusahaan atau instansi tempat kita bekerja pasti memiliki atmosfer yang berbeda – beda, contohnya aku sendiri. aku lulus tahun 2011, dan sampai sekarang tahun 2018 aku sudah bekerja di 7 perusahaan. namun namanya berproses, orang tuaku juga memaklumi hal seperti ini. ibarat kata masih mencari jati diri.

oh iya, 7 perusahaan itu antara lain :

  1. PKBPI : Sebagai Dosen D1 Desain Grafis dan Film (6 Bulan)
  2. Formasindo Data Network : IT Networking (2 Bulan)
  3. Indocyber Development Center : Programer C# (3Bulan)
  4. PT. Alfaria Trijaya : Staf IT Support (1 Tahun 2 Bulan)
  5. English First (Lupa nama Perusahaan Franchisenya) : Course Consultant (6 Bulan)
  6. DHL Exel : Leader IT Management (1 Tahun 4 Bulan )
  7. Dinas Provinsi Jawa Timur : Perlengkapan Aset (Hampir 4 tahun)

dari jarak pekerjaan nomor 4 ke 5, sempet nganggur 4 bulan. dari perusahaan yang saya sebutkan diatas, mempunya lingkungan kerja yang sangat bervariasi. Namun jelas, di DHL Exel lah yang paling berkesan. Perlu bahas tentang Gaji atau nggak ya? 😀

Namun kembali ke lingkungan kerja, aku adalah tipe yang sangat sulit bergaul. kalo kata orang, memang begitu kebanyakan orang IT, lebih enjoy duduk di depan laptop berlama – lama tanpa menghiraukan kanan dan kiri.

hal ini bisa berbeda jadinya untuk mereka yang punya kepribadian ekstrovert, namun aku kebalikannya. butuh waktu hampir 4 bulan untuk menyesuaikan, dan pada akhirnya bisa fleksibel.

rumah kedua ini harus benar – benar bisa dikendalikan, tidak ada lingkungan yang 100% nyaman, karena kembali ke kita pribadi, nyaman kita yang ciptakan. kesimpulannya, jadilah orang yang menyenangkan.

Beban Pekerjaan

dari ke tujuh pekerjaan yang sudah aku sebutkan tadi, beban pekerjaannya bervariasi. pada dasarnya, berat atau tidaknya kembali ke kita. jadi, aku mau ulas dari sudut pandang yang umum saja tanpa nge claim mana yang berat, mana yang ringan. nah, justru di pekerjaan ku yang sekarang ini yang justru berat. Berat namun bisa bertahan lumayan lama ketimbang yang lain. aku sendiri masih bertanya – tanya, apa ya alasannya ? 😀

faktor gaji pun dibawah UMR, Beban pekerjaan juga berat karena pertanggung jawabannya sampai berlapis – lapis, dan kalo tidak berhati – hati pun bisa ruwet tuh, mungkin hanya faktor jam kerja yang bisa dijadikan alasan. karena jam kerja ini yang menjadi pembeda antara pekerjaan yang sekarang ini dengan yang lain.

seperti alasan yang saya bahas di atas, faktor diluar pekerjaan juga berpengaruh. Seperti halnya punya sampingan, yang mana harus membagi waktu. ini juga alasan yang kuat kenapa bisa bertahan sampai hampir 4 tahun. tapi, pekerjaan sampingan juga tak lepas dari stress loh, maka dari itu aku ambil sesuatu yang baik untuk masa depanku. Sehingga, jika aku kehilangan pekerjaan ini, aku tidak lagi bingung.

Surabaya Makin Macet

Saya merindukan Surabaya di tahun 90an, rasanya tidak se sesak ini. Namun perkembangan ekonomi dan surabaya juga bisa dikatakan sebagai pusat bisnis kota metropolitan, sehingga volume penduduknya pun bertambah. yang dari luar kota pun banyak yang hijrah kesini. yah, 5 hari dalam seminggu… jika berangkat kerja jam 06:30, maka kita sudah kedapatan macet, meskipun hanya di titik tertentu. bagaimana kondisi jalanan ketika jam pulang kantor ? saya rasa masih aman jika ada karyawan yang pulangnya jam 15:00, namun jika di atas jam itu, maka pasti macet lah dijalan. Bahkan, ada teman sekantor yang bisa menghabiskan bensinnya 100 ribu per hari karena stuck di jalan. hahaha… ngeri ya. dan nggak dipungkiri, ini juga termasuk faktor stress. Karena, situasi ini akan terjadi ber ulang – ulang di jam yang sama.

sebenarnya masih banyak yang ingin disampaikan, karena mood nulis lagi bagus namun waktu yang terbatas.

kesimpulan dari artikel diatas, kita harus pandai mengatur waktu bersama keluarga untuk di agendakan liburan yang harus dijadwalkan secara rutin. atau sekedar makan bersama diluar, atau nonton film terbaru. ini  adalah hal yang simple namun bisa mengurangi stress terhadap jenuhnya pekerjaan. jangan dikira melakukan hal – hal seperti ini lalu dianggap ngabisin duit, nggak lah. salah jika ada orang beranggapan seperti itu. Liburan itu semacam apresiasi terhadap diri sendiri dan keluarga atas apa yang sudah dikerjakan. InsyaAlloh rejeki akan mengalir terus ketika keluarga juga bahagia.

Ttd,

Ardhi

Leave a Comment

%d bloggers like this: